Kekecewaan ku semakin bertambah,,, kenapa aku bilang seperti itu karena saat aku latihan drama pada tanggal 5 januari 2009 aku melihat kedatangan yosina. Yosina adalah kakak kelas ku di my church dia kelas 3 smp dan aku 2 smp, ya dia mungkin di sukai banyak orang karena dia pintar memainkan basket. Mungkin itu juga salah satu alasan mengapa Hendro suka dengan Yosina. Aku tidak bisa apa-apa seperti Yosina. Dan mungkni satu alasan lagi mungkin karena aku dan Hendro selisih umurnya terpaut 4 tahun yang kalau bisa di bilang cukup jauh. Mereka dekat sekali, sesekali Hendro mendekatkan handphonenya ke telinga Yosina untuk meminta Yosina untuk menebak lagu tersebut. Pastinya posisi mereka akan dekat, dan perihnya lagi aku harus melihat kedekatan mereka dan itu membuat aku cukup cemburu. Tapi, saat itu aku mencoba mencari objek untuk ku lihat, aku tak mau bila Hendro mengetahui bahwa aku cemburu kepadanya biar saja rasa ini aku simpan dalam hati ku ini. Kejadian ini memang bukan yang pertama kali aku rasakan tapi, aku tak bisa mengelak bahwa cukup perih untuk melupakan Hendro agar aku tak mengharapkannya lagi. Ingin sekali aku menangis untuk cintaku yang harus patah sampai disini. Aku tau aku tak memiliki hati yang terbuat dari baja yang tak akan merasakan sakit bila putus cinta atau cintanya tak terbalas. Aku hanyalah manusia biasa yang memiliki kelebihan dan kekurangan dan aku pun masih bisa merasakan betapa sakit hatiku ini bila cinta tak terbalas dan cintaku di sia-siakan.
Apakah memang tak boleh aku memiliki seseorang yang aku sayangi dan aku sukai ?? Memang terlalu cepat untuk menyukai dan menyayangi orang lain saat umur ku masih 13 tahun yang akan beranjak ke 14 tahun. Teman-temanku terkadang memberi pesan padaku dan beberapa pesan itu menuliskan pada akhir pesan seperti ini "kirim ke 10 orang sahabatmu lalu kau akan mendapatkan cinta yang kau inginkan jika tidak kau tidak akan menemukan cinta yang kau inginkan sampai umurmu 29 tahun". Pada awalnya aku mencoba untuk tidak mempercayai pesan yang konyol seperti itu tapi, aku mulai takut apakah hal itu semua benar dan aku tak akan menemukan cinta yang aku inginkan atau orang yang kusuka akan menyatakan cintanya padaku. Rasa takut itu pun masih membayangi kehidupanku. Tapi, aku mencoba untuk tidak mempercayai pesan seperti itu, semua kehidupan kita ada di tangan Tuhan, kita tak bisa menentukannya.
Tapi, begitu sangat menyakitkan saat aku melihat mereka berdua begitu dekat dan akrab. Aku tau aku tak mampu untuk mendapatkannya dan dia pun lebih memilih orang lain yang mungkin memiliki selisih umur yang tidak terpaut jauh dengannya. Andai kau bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Begitu sakit hati ini karena tidak bisa memilikimu. Apa ini memang nasib ku ?? 3 kali aku harus merasakan begitu sakitnya hati ini yang patah, hancur berkeping-keping hanya karena cintaku yang tulus tak terbalas atau bertepuk sebelah tangan. Tapi, aku harus menerima kenyataan ini dan menjalani kehidupanku kembali. Untuk bertemu kembali dengan Hendro seperti aku tak memiliki kekuatan yang cukup, aku takut bila aku harus merasakan hati yang terluka lagi, cinta yang tak terbalas lagi. Hanya air mata yang bisa aku gambarkan saat aku merasakan hati yang hancur berkeping-keping. Aku harus mengumpulkan tenaga untuk bangkit dari keterpurukan ku karena cinta yang selalu membuat aku mengeluarkan air mata yang mungkin tak berarti. Aku ingin sekali saja untuk bisa merasakan cinta yang aku dambakan, aku menyayanginya dan begitu sebaliknya. Ku tau itu sangat mustahil bagiku, itu tak akan pernah terjadi didalam hidupku yang sangat hancur karena cinta. Aku pernah melakukan kesalahan yang sangat besar, aku tak mempercayai orang yang ku sayang, orang yang ada dalam hatiku dan akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ku dengannya. Padahal aku dan dia masih merasakan cinta yang sangat tulus. Hubungan itu rusak hanya karena aku yang terlalu cemburu dan buta karena cinta. Tapi, itu masa lalu aku tak mau mengingat masa laluku yang begitu menyakitkan. Cukup miris nasib ku ini awal tahun sudah dibuka dengan kesedihan yang cukup mendalam. Dari cinta sampai keluarga.
Keluarga yang mungkin tak mengaggap ku ada dan hadir di tengah-tengah mereka. Seorang ibu melupakan mengambil rapor anaknya padahal anaknya sudah mencoba untuk memberikan hasil yang bisa untuk dibanggakan tapi, ibu itu malah lupa untuk mengambil rapor anaknya hanya karena kerjaan yang sangat banyak. Apakah tak terlintas dalam pikirannya tentang anaknya dan mengambil rapornya ??? Apa itu tidak tega walau pada akhirnya rapor itu memang diambil. Suatu perilaku yang membuat aku menangis sesaat, mengapa aku bisa dilupakan oleh mamaku sendiri. Orang yang aku sayangi, aku cintai, aku hormati, dan segalanya aku persembahkan hasil belajarku yang bisa membuatnya bangga padaku walau hanya sedikit. Aku memang tak seperti kakak ku yang selalu mendapatkan hasil yang bagus. Aku tak bisa menjadi seseorang yang begitu sempurna seperti kebanyakan orang yang ada, aku terlalu banyak kekurangannya dari pada kelebihannya. Aku terkadang merasakan putus asa yang sangat hebat dan terlintas dalam pikiranku bila aku mati apakah akan ada orang yang menangisi aku ??? Aku pikir sepertinya taka akan ada 1 orang pun yang menangisi diriku karena aku telah pergi untuk selamanya. Senyuman yang selalu aku tebarkan mungkin hanya untuk menutupi kesedihan-kesedihanku yang mendalam, aku tak mau orang lain mengetahui bahwa aku mengalami kesedihan yang membuat aku selalu menangis. Tapi, aku cukup bersyukur karena Tuhan menuntun aku untuk melewati cobaan-cobaan ini semua. Thank You My God. Kau selalu ada untuk ku dan tak akan pernah melepaskan ku. Aku yakin aku tak akan memberikan cobaan yang tak bisa ku lalui.

0 komentar:
Posting Komentar