* LIMA *
Saat jam pelajaran ibu guru kiler, Alice melamun karena memikirkan kerjaannya. Dia tidak diperbolehkan mengundarkan diri oleh ayahnya sampai masa kontraknya habis. Dia benar-benar tidak yakin apakah dia bisa bekerja seperti biasa pasca putusnya dia dengan Reza.
"Alice!!!" teriak sang guru kiler
tersentak Alice kaget karena mendengar suara keras didepannya.
"kaget tahu." balas Alice yang belum mengetahui bahwa yang teriak adalah gurunya.
"oh, berani sekali ya anak pengacara.!!" kata guru kilernya
"eh maaf ,bu. Saya kira siapa. hehehe" jawab Alice
"Sekarang kamu keluar sampai bel istirahat berbunyi."
"tapi ,bu."
"tidak ada tapi-tapian buat kamu. Keluar sekarang." Teriak gurunya itu
"huh.ngeselin banget nih guru." Kata dalam hatinya.
Setelah pulang dari sekolah Alice buru-buru pulang dan lekas ganti baju untuk kekantornya dibilangan Jakarta Selatan. Diperjalanan dia benar-benar tidak fokus menyetir mobilnya. Terlalu banyak pikiran yang ada di otaknya saat ini. Sesampainya di kantor Alice langsung menuju meja kerjanya yang sudah banyak tumpukan file-file kerjaannya.
"huh,,, selalu seperi ini." keluhnya.
"hai, lice!! Baru datang ??" tanya Rika sahabat kerjanya.
"iya nih, baru juga datang kerja udah numpuk aja nih."
"ya salah sendiri kenapa waktu ngelamar kerja lo ngajuin diri jadi Ass.Manager ???"
"ya waktu itu gw kira enak kerjaannya santai ternyata, huh."
"ya udah jalanin aja. oh ya dengar-dengar lo pengen ngundurin diri ya ??" tanya Rika
"loh, lo tau dari mana ??? sepertiya gw belum cerita sama lo." heran Alice
"gw kan punya indra keenam." jawab Rika
"apa indra keenam lo ?? gigi lo ???" canda Alice
"loh kok gigi gw ?? jangan gitu dong gigi gw kan udah rapi karena gw bahel. hahaha"
"lucu ya ?? hahaha. Pengen ketawa."
"hai ,lice! apa kabar ??" tanya Reza yang sedang melintas didepan bilik tempat kerjanya Alice.
"eh, za. Baik-baik saja kok. kamu apa kabar ??" tanya Alice
"wah, nanti ada CLBK lagi." canda rika kepada kedua sahabatnya.
"apa-apaam sih lo ,rik. ga lucu tahu." kesal Alice
"hehe" tertawa kecil dari Reza mencairkan suasana
"lice, aku pengen bicara sesuatu sama kamu. Bisa atau kamu masih banyak kerjaan ??"
"em, sebenarnya sih aku juga baru datang dan kerjaan numpuk jadi gimana kalau nanti pulang aja. Ya ketemuan dimana gitu atau tempat biasa." jawab Alice
"ya udah deh. Aku tunggu kamu saja sampai pulang."
"loh kok nungguin aku. Kamu pulang saja dulu kerumah nanti sekitar jam 5 kamu balik lagi."
"udah tidak kenapa-kenapa kok. Aku juga pengen main-main saja sama anak-anak."
"ya aku sih ga maksa kalau kamu tetap ingin disini."
"oke. Selamat bekerja."
Alice sedikit kebingungan dan dia mencoba menerka-nerka apa yang ingin dibicarankan oleh Reza kapadanya. Secara tiba-tiba jantungnya berdegup dengan cepat seperti ingin keluar dari dalam tubuhnya. Pada pulang kantor dengan muka lesu karena benar-benar sibuk harus mengerjakan pekerjaan yang deadline semua.
"sudah pulang ??" tanya Reza
"to the point saja deh. Aku lagi capai banget." seru Alice
"iya iya. Glak banget."
"ehm." jawab dengan judes sekali.
"kenapa sih kok kamu ingin mengundurkan diri dari kantor ini ???"
"ehm,, tahu dari mana kamu ??? sepertinya aku belum cerita tentang masalah ini sama kamu deh." dengan memasang muka lesu dengan kebingungan
"hahaha,,, tahu dari Sherry."
"ih, tuh anak ember bocor banget sih." kesal Alice
"kok belum dijawab ??" protes Reza terhadap Alice
"sebenarnya aku sedikit risih atau masih ada perasaan yang masih ada gitu ke kamu jadi aku takut karena kita satu kantor pikiran aku kemana-mana. Takutnya aku jadi tidak fokus dengan kerjaan aku sendiri."
"oh karena masalah itu. Perasaan yang masih ada ??? maksud kamu itu apa dengan kata-kata itu ??"
"jujur aku masih sayang sama kamu tapi aku juga tahu itu sudag tidak mungkin lagi jadi ya, sudahlah lupakan saja."
dengan senyum lebar yang diperlihatkan Reza kepada Alice yang terlihat lesu dan seperti mau pingsan saja.
"karena aku yakin pemikiran kamu itu dewasa jadi aku harap dengan masalah kecil ini kamu tidak memikirkan hal-hal mau mengundurkan diri lagi."
"iya. Papa juga tidak mengizinkan kalau aku mengundurkan diri."
"lalu mau jadi model ??"
"ih apa-apaan sih kamu tuh ,za. Ga lucu tau."
"siapa yang ngelawak ga ada yang ngelawak kok. Aku harap kita bisa menjadi sahabat yang baik dan tidak akan ada lagi perasaan seperti ini lagi. oke." seru Reza
next part 6
Senin, 26 Oktober 2009
Sabtu, 17 Oktober 2009
All About Dream
* Empat *
Alice begitu beruntung karena saat dia sedih keluarganya dan sahabat-sahabatnya hadir untuk menguatkan dia. Tuhan juga membantu dia untuk tegar, kuat dalam menghadapi setiap masalah yang berat.
"udah ga usah dipikirin lagi. kan kalian juga putus secara baik-baik. Reza juga masih kasih kabar kan ke kamu ,lice ??" kuat kak Velove
"iya sih ,kak. Tapi, aku ... huh, kenapa harus kaya gini ???"
"ga ada untungnya kalau kamu selalu ngutukin masalah yang lalu. Lebih baik lupain aja deh. Jalanin hidup kamu kedepan bukan ke belakang."
"huh,,,," keluh Alice
"Aku akan menjalani kehidupanku yang lebih baik lagi, aku ga boleh menyerah sama sekali. Perjalanan masih sangat panjang." ucap dalam hatinya.
Alice begitu bersemangat untuk mencari tantangan baru dalam pekerjaan baru juga. Mimpinya kali ini adalah menjadi seorang model dengan perjuangan yang keras tanpa menggunakan nama sang ayah. Untuk menjadi seorang model terkenal sangat berat apalagi tanpa menggunakan nama sang ayah yang sidah benar-benar terkenal.
"ma, mungkin ga ya mimpi ku ini terwujud ??" tanya Alice dengan rasa tak percaya.
"mimpi apa sih ??" tanya mamanya.
"duh heran deh sama kak Alice baru selesai dari patah hati langsung cari tantangan lagi." seru adik pertamanya yang bernama Sherry.
"ya mungkin aja dengan begini kakak jadi ga kepikiran masalah yang kemarin itu. ya kan."
"emang mau cari kerja apa lagi sih ,lice ??" seru mamanya.
"Alice pengen jadi model terkenal ,ma"
"ha, model, terkenal ???" kaget Sherry.
"kenapa ?? kok kaget ?? ga pengen ya kalau gw jadi model ??"
"ya ampun udah deh ga usah mulai lagi. mama udah bosen dengernya berantem terus." seru mamanya
"halo, papa pulang nih!!!" terisk papa yang baru pulang dari kantor.
"hai ,pa!! capai ya ??" tanya mama
"iya nih ,ma capai banget. Loh ada apa tumben sekali ngumpul begini ???" tanya papa
"pa, Alice pengen cari kerjaan yang baru ,pa. Alice pengen coba jadi model." seru Alice.
"Lice, kamu ini kan baru kerja jadi Ass. Manager kan belum terlalu lama, di surat kontrak juga kamu belum selesaikan." Jawab papa
"iya sih ,pa Alice tau sesuai dengan surat kontrak Alice belum selesai tapi, emang ga boleh yang ,pa ??"
"ya kamu tau sendiri itu surat perjanjian kamu dengan tempat kamu bekerja terus kamu asal mengundurkan diri gitu. ya ga bisa lah ,Alice!!"
"tapi ,pa Alice pengen mencari tantangan baru."
"selesaikan kontraknya baru kamu boleh mengundurkan diri." seru papa.
next part 5
Alice begitu beruntung karena saat dia sedih keluarganya dan sahabat-sahabatnya hadir untuk menguatkan dia. Tuhan juga membantu dia untuk tegar, kuat dalam menghadapi setiap masalah yang berat.
"udah ga usah dipikirin lagi. kan kalian juga putus secara baik-baik. Reza juga masih kasih kabar kan ke kamu ,lice ??" kuat kak Velove
"iya sih ,kak. Tapi, aku ... huh, kenapa harus kaya gini ???"
"ga ada untungnya kalau kamu selalu ngutukin masalah yang lalu. Lebih baik lupain aja deh. Jalanin hidup kamu kedepan bukan ke belakang."
"huh,,,," keluh Alice
"Aku akan menjalani kehidupanku yang lebih baik lagi, aku ga boleh menyerah sama sekali. Perjalanan masih sangat panjang." ucap dalam hatinya.
Alice begitu bersemangat untuk mencari tantangan baru dalam pekerjaan baru juga. Mimpinya kali ini adalah menjadi seorang model dengan perjuangan yang keras tanpa menggunakan nama sang ayah. Untuk menjadi seorang model terkenal sangat berat apalagi tanpa menggunakan nama sang ayah yang sidah benar-benar terkenal.
"ma, mungkin ga ya mimpi ku ini terwujud ??" tanya Alice dengan rasa tak percaya.
"mimpi apa sih ??" tanya mamanya.
"duh heran deh sama kak Alice baru selesai dari patah hati langsung cari tantangan lagi." seru adik pertamanya yang bernama Sherry.
"ya mungkin aja dengan begini kakak jadi ga kepikiran masalah yang kemarin itu. ya kan."
"emang mau cari kerja apa lagi sih ,lice ??" seru mamanya.
"Alice pengen jadi model terkenal ,ma"
"ha, model, terkenal ???" kaget Sherry.
"kenapa ?? kok kaget ?? ga pengen ya kalau gw jadi model ??"
"ya ampun udah deh ga usah mulai lagi. mama udah bosen dengernya berantem terus." seru mamanya
"halo, papa pulang nih!!!" terisk papa yang baru pulang dari kantor.
"hai ,pa!! capai ya ??" tanya mama
"iya nih ,ma capai banget. Loh ada apa tumben sekali ngumpul begini ???" tanya papa
"pa, Alice pengen cari kerjaan yang baru ,pa. Alice pengen coba jadi model." seru Alice.
"Lice, kamu ini kan baru kerja jadi Ass. Manager kan belum terlalu lama, di surat kontrak juga kamu belum selesaikan." Jawab papa
"iya sih ,pa Alice tau sesuai dengan surat kontrak Alice belum selesai tapi, emang ga boleh yang ,pa ??"
"ya kamu tau sendiri itu surat perjanjian kamu dengan tempat kamu bekerja terus kamu asal mengundurkan diri gitu. ya ga bisa lah ,Alice!!"
"tapi ,pa Alice pengen mencari tantangan baru."
"selesaikan kontraknya baru kamu boleh mengundurkan diri." seru papa.
next part 5
Kamis, 08 Oktober 2009
All About Dreams
*Tiga
Setelah beberapa bulan Alice bekerja di klub dia kerja, tak lama dia mendapatkan sosok seseorang yang selalu hadir disaat suka maupun duka. Sang penakluk hati Alice bernama Reza Nate. Dia adalah salah seorang pemain bola di klub tersebut. Mereka memiliki hobi yang sama yaitu mencari tempat-tempat yang enak untuk nongkrong atau untuk makan bareng teman-teman mereka.
"Lice, mau makan ga diluar sama aku? tapi ya kalau emang belum selesai kerjaannya ya udah aku tungguin kamu dulu!"
"em,, dikit lagi kok selesai jadi makannya bisa tuh. Emang mau makan dimana?"
"ya masih belum tau tapi, aku dapet rekomendasi dari anak-anak kalau tempat-tempat makan yang enak biasanya di Jak-Sel."
"oke tuh kenapa engga??"
"tapi, kita carinya yang enak menunya yang sesuai gitu sama kita."
"iya aja deh aku."
"em,, tunggu kalau samapi malem gimana? kan besok kamu juga masih ada sekolah terus abis sekolah kamu langsung ke kantor kan!"
"iya udah lah ga apa-apa kok. Takut banget"
"kalau nanti kamu sakit kan nanti, keluarga kamu juga yang repot."
"repot kenepa ?? kan tinggal kasih obat aja. Sembuh kan."
"kan kamu itu makannya banyak banget tapi, badannya aja yang kecil."
"terus aja kamu ngeledek aku."
"hehehe,,, bercanda ,lice. jangan nangis dong ga ada balon nih."
"aku ga butuh balon, butuhnya nilai buat semua mata pelajaran. hahaha"
Disebuah restoran Jepang mereka memesan makanan keinginannya masing-masing. Dengan bercanda, ngobrol mereka tak sadar kalau mereka telah menghabiskan makanan yang mereka pesan itu.
"gimana makanannya ,lice ??"
"ehm,,, enak banget. Keren banget nih restoran. hahaha"
"oke, berarti restoran ini masuk dalam daftar restoran favorit kita. oke!"
"ya udah ga usah banyak ngomong. Pulang sekarang."
"iya, iya tuan putri."
Kira-kira berjalan 2 bulan hubungan Alice dan Reza tiba-tiba kandas karena suatu masalah yang begitu membelit. Alice shock karena dia begitu nyaman dan aman bersama Reza tapi, dia tak bisa melakukan apa-apa karena memang sudah menjadi keputusan antara Alice dan Reza.
"gw, kira ga akan kaya gini jadinya."
"kenpa harus kaya gini ??"
Setelah beberapa bulan Alice bekerja di klub dia kerja, tak lama dia mendapatkan sosok seseorang yang selalu hadir disaat suka maupun duka. Sang penakluk hati Alice bernama Reza Nate. Dia adalah salah seorang pemain bola di klub tersebut. Mereka memiliki hobi yang sama yaitu mencari tempat-tempat yang enak untuk nongkrong atau untuk makan bareng teman-teman mereka.
"Lice, mau makan ga diluar sama aku? tapi ya kalau emang belum selesai kerjaannya ya udah aku tungguin kamu dulu!"
"em,, dikit lagi kok selesai jadi makannya bisa tuh. Emang mau makan dimana?"
"ya masih belum tau tapi, aku dapet rekomendasi dari anak-anak kalau tempat-tempat makan yang enak biasanya di Jak-Sel."
"oke tuh kenapa engga??"
"tapi, kita carinya yang enak menunya yang sesuai gitu sama kita."
"iya aja deh aku."
"em,, tunggu kalau samapi malem gimana? kan besok kamu juga masih ada sekolah terus abis sekolah kamu langsung ke kantor kan!"
"iya udah lah ga apa-apa kok. Takut banget"
"kalau nanti kamu sakit kan nanti, keluarga kamu juga yang repot."
"repot kenepa ?? kan tinggal kasih obat aja. Sembuh kan."
"kan kamu itu makannya banyak banget tapi, badannya aja yang kecil."
"terus aja kamu ngeledek aku."
"hehehe,,, bercanda ,lice. jangan nangis dong ga ada balon nih."
"aku ga butuh balon, butuhnya nilai buat semua mata pelajaran. hahaha"
Disebuah restoran Jepang mereka memesan makanan keinginannya masing-masing. Dengan bercanda, ngobrol mereka tak sadar kalau mereka telah menghabiskan makanan yang mereka pesan itu.
"gimana makanannya ,lice ??"
"ehm,,, enak banget. Keren banget nih restoran. hahaha"
"oke, berarti restoran ini masuk dalam daftar restoran favorit kita. oke!"
"ya udah ga usah banyak ngomong. Pulang sekarang."
"iya, iya tuan putri."
Kira-kira berjalan 2 bulan hubungan Alice dan Reza tiba-tiba kandas karena suatu masalah yang begitu membelit. Alice shock karena dia begitu nyaman dan aman bersama Reza tapi, dia tak bisa melakukan apa-apa karena memang sudah menjadi keputusan antara Alice dan Reza.
"gw, kira ga akan kaya gini jadinya."
"kenpa harus kaya gini ??"
Langganan:
Postingan (Atom)
