Kamis, 31 Desember 2009

All About Dream

Diposting oleh Esti Pratiwi di 11:14 PM 0 komentar
* sepuluh *

Beberapa minggu berikutnya, Alice mendapatkan surat dari pihak agency yang dia telah ikuti. Karena Alice masih tertidur pulas, maka mamanya yaitu ibu Rose Ressian yang menerima surat tersebut dan mamanya lekas memberikan kepada Alice.
"lice, ini surat dari agency yang kemarin itu kamu ikut audisi itu. Ayo dong bangun ,lice!!!"
"ehm.. Masih ngantuk ,ma. Nanti aja bukanya lagiankan ini weekend ,ma. Waktu masih panjang kok.. hehehe"
"udah ayo bangun jangan males kamu."
"iya,iya."
"tapi mandi dulu sana, biar sekalian sarapan."
Alice hanya bergumam.
Semua anggota keluarga, papa Alice Jasen Ressian, mama Alice Rose Ressian, kakak pertama Alice Alex Anderson Ressian, kakak kedua Alice Velove Luvia Ressian, adik pertama Alice Sherri liena Ressian, adik terakhir Alice Robert Lemry Ressian semua telah menunggu Alice Coltia Jeevas Ressian untuk membuka surat yang diberikan dari agency yang menyelenggarakan audisi dan Alice mengikut sertakan dirinya.
"ayo ,lice buka suratnya." suruh Alex dan Robert.
"iya ,sabar kenapa!!!" tahan Alice
"udah buka sekarang aja ,lice suratnya!!" suruh papanya
"iya."
Alice sendiripun sangat merasakan tegang untuk membuka surat itu. Ia takut jika dia tak diterima. Dan Alice pun bingung hal apa yang akan ia lakukan bila surat ini tertulis bahwa dia tidak diterima menjadi model bahkan artis. Rasa campur aduk ia rasakan saat membuka surat itu.
"ha!!!" teriak Alice yang terkejut dengan isi surat itu.
"kenapa ,lice ??" refleks semua anggota keluarga bertanya pada Alice
Alice pun tiba-tiba menangis setelah melihat surat dari agency tersebut. Alice merasa sangat kecewa kepada dirinya sendiri. Alice telah menghancurkan impiannya sendiri untuk bisa menjadi model atau artis ternama.
"sudahlah ,lice mungkin bukan saat ini kamu menjadi model. Kamu jangan putus asa dulu. Don't give up ,lice" hibur velove dan mamanya.
"tapi, aku yakin surat ini bukan buat aku kan. Coba liat dulu alamatnya, pasti salah, pasti salah!!" elak Alice yang tak kuasa menghadapi cobaan ini.
Semua keluarga sangat sedih melihat Alice yang begitu shok karena dia tidak diterima. Semua berusaha untuk menghibur Alice agar dia tidak putus asa. Alice mengurung dirinya dikamar, ia benar-benar tidak percaya pada dirinya. Dia merasa sudah memberikan yang terbaik saat itu. Walaupun dia harus tertidur dimobil dan ditertawakan semua orang yang lewat dan melihat Alice sedang latihan model dan akting didepan kantor agency tersebut.
"lice, sampai kapan kamu mau mengurung diri kamu dikamar ??? mama takut nanti kamu sakit ,sayang !!"
Tak ada jawaban dari Alice, yang ada hanya suara tangis Alice yang begitu membuat sedih ibu Rose Ressian.
"Alice ,sayang keluar dong dari kamarmu. Kegagalan itu adalah keberhasilan yang tertunda ,nak!! Please, you want out from your bedroom for me ,your mom ,baby!! bujuk mamanya untuk Alice mau keluar dari kamarnya.
Alice tak menanggapinya sama sekali. Dan itu semakin membuat mamanya sedih dan sangat sakit sekali hatinya. Rose Ressian tak kuat untuk menahan tangis melihat anaknya seperti ini.
 

Esti's Blog Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez