* Sembilan *
Seminggu berikutnya Alice benar-benar merasa sangat gugup, semua campur-campur tak menentu di hatinya. Hari ini akan diadakan audisi menjadi model atau artis yang nantinya akan diorbitkan ke suatu rumah produksi yang terkenal. Alice takut bila dia tidak lulus atau tidak bisa diterima sama sekali.
"huh,,, duh semoga saja aku bisa lulus." katanya dalam hati
"hai ,kak.. Wah sebentar lagi jadi model dong. Jangan lupa sama yang lain!!" kata Sherry
"iyalah, dek.. Gimana sekolah kamu ?? meningkatkan ??" tanya Alice
"ya gitu deh ,kak. Oh ya aku mau cerita nih sama kakak!!!" seru Sherry
"iya, kakak akan dengarin cerita kamu tapi saat ini kakak buru-buru banget." seru Alice
"oke aku tunggu kabar kakak ya. Sukses or not ??" kata Sherry
"ya harus bisa dong." kata Alice
Alice sangat terburu-buru sekali dan dia pun langsung lari dari kamar untuk meluncur ketempat audisi yang akan dimulai sekitar jam 09.00 WIB.
"Lice, kok buru-buru banget ??" tanya mamanya
"iya ,ma!!" seru Alice yang sedang memakai sepatu dengan terburu-buru
"kamu tidak sarapan dulu ?? nanti kamu lapar disana bagaimana ??" seru mama yang takut bila Alice sakit
"tenang saja ,ma... Aku pergi dulu ya!!" seru Alice
"loh ,ma kok tumben Alice perginya pagi-pagi banget ??"tanya papanya
"Dia mau ikut audisi ,pa!! katanya sih gitu. Padahal audisinya jam 9 tapi dia berangkat pagi banget seperti ini" cerita mama
"ya mungkin Alice ingin berjuang banget kali ,ma" seru velove
"ya sudahlah. Ayo semua makan!!" ajak mama untuk semua sarapan
Diperjalanan perasaan Alice benar-benar tak karuan. Semua campur-campur. Bahagia, gugup, sedih, takut, bangga, semua sama dan tak bisa digambarkan olehnya. Rasanya abstrak baginya. Sesampai di tempat audisi memang masih sepi sekali tapi alice disitu mencoba untuk latihan kembali. Dia berlatih diteras tempat audisi itu. Alice membuat orang yang berlalu-lalang heran dan menahan tawa karena melihat gaya Alice yang aneh dan layaknya orang gila.
"mba, kalau terobsesi jadi model jangan sampai gila gitu dong!!"seru salah seorang mahasiswi yang berjalan didepan Alice
"kasian banget cantik-cantik gila." kata orang yang berlalu-lalang
"heh,, gw dibilang gila ?? what wrong with me ?? he,, saya cuma latihan model dan akting karena saya ingin audisi!! kok malah dibilang gila ??" serunya untuk memperkuat bahwa Alice tidak gila
"ih,, kesel banget sih tuh orang-orang. Kalau jalan, ya jalan aja tidak usah peduliin gw!! Kan gw jadi keliatan gila beneran.." serunya dalam hati
Tak lama kemudian Alex kakak pertama Alice tidak sengaja melewati tempat audisi Alice dan Alex melihat Alice yang memancarkan muka yang kesal dan boring banget. Alex pun memilih untuk berhenti dan menghampiri Alice.
"kenapa lo ,dek ??" tanya Alex
"loh, kok tiba-tiba lo kok ada disini ,lex ??"heran Alice dengan kemunculan Alex
"iya tadi kebetulan gw lewat lalu gw liat lo kaya orang gila gini" cerita Alex
"hua... Lo sama saja kaya yang lain."
"oh,,, muka lo dipasang kaya gini itu karena lo dikatain lo orang gila karena lo latihan model and akting didepan teras!!" seru Alex
"hmm..." jawab Alice dengan lesu
"hahaha.." tawa Alex melihat adik kesayangannya dibilang orang gila
"tega banget lo ,kak... Gw dikatain kenapa lo ketawa ???" kesal Alice kepada Alex
"eh,,, siapa yang suruh lo untuk ketempat audisi itu pagi-pagi banget ??" tanya Alex
"hua.. hua" tangis Alice
"lah kok malah nangis sih ?? ya sudah lah gw udah telat. Selamat dikatain adik ku sayang... hehehehe" canda Alex
"ga usah ketawa lo!!" seru Alice
Menunggu sampai jam 9 bukan hal yang menyenangkan bagi Alice. Menurutnya sangat membosankan. Untuk menunggu jam 9, Alice hanya berdiam diri didalam mobil sedannya yang mewah pemberian papanya ketika dia ulang tahun. Alice memutar lagu yang disuka dan bersenandung. Alice mewarisi bakat ibu dari mamanya. Neneknya sangat pandai bernyanyi dan Alice pun memiliki suara yang sangat bagus dan tak mungkin jika Alice tidak bisa menjadi seorang penyanyi.
"duh,,, lama banget jam 9 sih.."
Alice tak sadar lama-lama dia tertidur sekitar 1 jam lebih. Untungnya dia bangun sekitar jam 9 lewat 15 menit dan dia masih bisa mengikuti audisi. Alice pun masuk kedalam gedung yang sudah ramai oleh orang-orang yang ingin mengikuti audisi.
"duh bodoh banget gw. Kok bisa sih ketiduran gini." serunya dalam hati
"tadi pagi dikatain orang gila, terus tiba-tiba ketiduran lagi." Alice mengutuki dirinya sendiri yang dia rasa hari itu dia benar-benar sial
"gila bener,,, antriannya segini panjang. Duh gatot deh gw dateng pagi-pagi. Tahu-tahunya gw ketiduran dan gini hasilnya"
Alice benar-benar menampilkan semaksimal mungkin seperti modelingnya atau aktingnya.
Alice merasa dia telah memberikan yang terbaik. Jika memang masih belum diterima fine. Mungkin bukan jalurnya untuk menjadi model atau artis.
"bagaimana ,kak audisinya ??" tanya Sherry
"iya gimana audisinya ??"tanya Alex, Velove, dan mamanya.
"yeah,,, awalnya jelek banget. Aku harus ketiduran dimobil dan antrian audisinya yang sudah panjang banget. Fiuh.." cerita Alice
'sepertinya ada yang kurang deh ,lice" seru Alex
"apa ?? apa yang kurang ??" tanya Alice dengan heran
"kamu juga dikatain orang gila. Karena kamu latihan model dan akting didepan teras gedung audisi itu. hahaha. Itu hal yang konyol banget yang pernah dilakuin oleh anak dari pengacara ternama." seru Alex
"hahaha" spontan semua anggota keluarga tertawa mendengar cerita Alex akan adiknya
"Lucu banget sih ,lice. Papa ga bisa bayangin banget kamu lakuin itu." seru papanya yang tertawa terbahak-bahak
Minggu, 29 November 2009
Rabu, 25 November 2009
All About Dream
* Delapan *
Alice mencari agen-agen model atau artis yang membutuhkan jasanya.. Dalam menghabiskan hari-harinya dia browsing internet mencari agen-agen yang terkenal dan bisa menyalurkan Alice ke rumah produksi yang bagus.
"mana ya ??? susah bangte sih.." katanya pelan
"browsing aja lo. ga kerja apa ??" tanya Sonya yang tidak sengaja melihat Alice sedang browsing internet
"iya nih ,nya.. you can help me ,please ???" kata Alice dengan senyum yang menggelikan
"yah, karena lo itu teman gw yang baik. Gw akan bantu lo untuk cari agen yang bagus." seru Sonya dengan rasa menyerah.
Secara tiba-tiba Alice pun loncat dari kursi kerjanya dan memeluk Sonya temannya itu yang telah bersedia menolongnya mencari agen yang bagus.
"Thank you, sonya. Lo teman yang paling baik sedunia." kata Alice dengan tak henti memeluk Sonya
"iya,iya. Lepasin dong ga bisanapas nih!!" seru Sonya
Beberapa hari berikutnya di kantor pada saat siang hari. Sonya sedang mencari Alice untuk memberikan informasi yang bagus untuk Alice.
"lice!!"teriak Sonya memanggil Alice
"kenapa ,nya ??" tanya Alice
"Lice, gw sudah dapat agen yang bagus dan bisa nyalurin lo ke rumah produksi yang bagus juga." cerita Sonya
"beneran ?? tapi kok gw kurang yakin ya ?? lo cari agen hanya butuh 2 hari saja." heran Alice
"ya ampun, you not believe to me ?? you're friend ??" kaget Sonya
"ah, to much,,, i don't like.. hehehe just kidding ,nya." seru Alice dengan ketawa kecil
"yes, i know. i also just kidding." seru Sonya
"beneran lo sudah dapat agen yang bagus ?? dari mana ??" tanya Alice
"sudah,, kebetulan pacar gw itu kerja di agen itu." cerita Sonya
"Rian maksud lo ,nya ?? emang dia orang agen model atau artis gitu ??" tanya Alice
"iya. Loh emang lo belum tau atau gw emang belum cerita sama lo ??" heran Sonya
"lo belum pernah cerita apa-apa tentang Rian, soal kerjaannya atau asal usulnya dia." protes Alice
"iya deh sorry kalau gw belum cerita sama lo." sesal Sonya
"gw bercanda kali. Itu kan juga hak lo mau cerita sama gw atau engga. Ya kan ??" dengan terkekeh lucu
"ah lo ,lice. Make me boring. Gw ke meja dulu ya. God luck semoga bisa dan lulus ujian. ya.." semangat Sonya
"loh emang ujiannya kapan ,nya ??" tanya Alice
"next week ,lice..." seru Sonya yang telah menjauh dari Alice
"hah, next week ??" seru Alice
Alice mencari agen-agen model atau artis yang membutuhkan jasanya.. Dalam menghabiskan hari-harinya dia browsing internet mencari agen-agen yang terkenal dan bisa menyalurkan Alice ke rumah produksi yang bagus.
"mana ya ??? susah bangte sih.." katanya pelan
"browsing aja lo. ga kerja apa ??" tanya Sonya yang tidak sengaja melihat Alice sedang browsing internet
"iya nih ,nya.. you can help me ,please ???" kata Alice dengan senyum yang menggelikan
"yah, karena lo itu teman gw yang baik. Gw akan bantu lo untuk cari agen yang bagus." seru Sonya dengan rasa menyerah.
Secara tiba-tiba Alice pun loncat dari kursi kerjanya dan memeluk Sonya temannya itu yang telah bersedia menolongnya mencari agen yang bagus.
"Thank you, sonya. Lo teman yang paling baik sedunia." kata Alice dengan tak henti memeluk Sonya
"iya,iya. Lepasin dong ga bisanapas nih!!" seru Sonya
Beberapa hari berikutnya di kantor pada saat siang hari. Sonya sedang mencari Alice untuk memberikan informasi yang bagus untuk Alice.
"lice!!"teriak Sonya memanggil Alice
"kenapa ,nya ??" tanya Alice
"Lice, gw sudah dapat agen yang bagus dan bisa nyalurin lo ke rumah produksi yang bagus juga." cerita Sonya
"beneran ?? tapi kok gw kurang yakin ya ?? lo cari agen hanya butuh 2 hari saja." heran Alice
"ya ampun, you not believe to me ?? you're friend ??" kaget Sonya
"ah, to much,,, i don't like.. hehehe just kidding ,nya." seru Alice dengan ketawa kecil
"yes, i know. i also just kidding." seru Sonya
"beneran lo sudah dapat agen yang bagus ?? dari mana ??" tanya Alice
"sudah,, kebetulan pacar gw itu kerja di agen itu." cerita Sonya
"Rian maksud lo ,nya ?? emang dia orang agen model atau artis gitu ??" tanya Alice
"iya. Loh emang lo belum tau atau gw emang belum cerita sama lo ??" heran Sonya
"lo belum pernah cerita apa-apa tentang Rian, soal kerjaannya atau asal usulnya dia." protes Alice
"iya deh sorry kalau gw belum cerita sama lo." sesal Sonya
"gw bercanda kali. Itu kan juga hak lo mau cerita sama gw atau engga. Ya kan ??" dengan terkekeh lucu
"ah lo ,lice. Make me boring. Gw ke meja dulu ya. God luck semoga bisa dan lulus ujian. ya.." semangat Sonya
"loh emang ujiannya kapan ,nya ??" tanya Alice
"next week ,lice..." seru Sonya yang telah menjauh dari Alice
"hah, next week ??" seru Alice
Sabtu, 21 November 2009
All About Dream
* Tujuh *
Alice menjalankan semua kerjaan dikantor dan tugas-tugas disekolah dengan bawa enjoy sesuai dengan nasehat Sonya, teman kantornya. Alice sudah mulai bisa beradaptasi dengan keadaannya yang seperti sekarang... Seorang single yang masih memiliki sahabat-sahabat yang baik dan ada saat dia sedih dan senang..
"hai semua!!!" sapa Alice kapada semua teman-temannya di kantor ketika ia datang
"kenapa lagi nih anak ???" tanya rika kepada sonya yang heran melihat Alice
"Lice, ga lagi sakit kan ??? takut nih gw. kalau sakit balik aja deh lo!!!" kata Rika
"ga tau nih gw juga bingung!!! Intinya gw bahagia hari ini.."
"bingung ,lice ?? pegangan dong!!! hahaha" canda sonya
"hahaha,,, lucu banget,nya... pengan ketawa gw.." canda Alice akan tetapi tidak lucu
"kenapa sih ,lo hari ini aneh abis.. lagi seneng ??? cerita dong!!" seru Rika
"iya. Gw sekarang bisa beradaptasi dengan status gw yang sekarang. Seorang single happy." cerita Alice ke teman-temannya
"wah,, berita yang hot banget dong. Bagus deh kalau gitu. Seneng gw liatnya lo bisa seperti dulu lagi ceria gitu." kata Sonya
"ya semoga aja gw semakin bisa beradaptasi dengan keadaan semua ini. Jadi kaya bunglon deh." harap Alice
"pengen banget kaya bunglon." kata teman-temannya.
Berjalan 3 bulan Alice telah lulus dari masa percobaan dikantor yang dia bekerja. Sekarang pun dia duduk dikelas 2 SMA Internasional di Jakarta. Menurutnya ini semua adalah pencapaian yang cukup memuaskan buatnya. Karena sebelum lulus SMA ditelah mendapatkan pengalaman kerja disebuah kantor. Karena Terlalu cintanya Alice kepada kantor, dan teman-temannya dia kembali kerja akantetapi hanya 1 bulan saja.
"lice, kenapa sih lo kerjanya disini cuma 1 bulan lagi ??" tanya Rika
"ya gw juga masih pengen disini tapi, adrenalin gw besar banget. Gw pengen cari pengalaman yang lebih baru lagi dan yang banyak tantangannya.
"ya kalau udah dapat tantangan baru jangan lupa sama kita ya!!" seru Sonya dan Rika
"iya. Tenang aja lah. Kalian ini parno banget sih."
"iya lah parno takutnya nanti lo drop lagi ga ada kita disamping lo." seru Sonya
"haha tenang sajalah. Gw ga mungkin drop lagi. Kan udah ada pengalaman yang kemarin-kemarin. Ya kan ??"
"ya deh. Percaya kok..."
Alice menjalankan semua kerjaan dikantor dan tugas-tugas disekolah dengan bawa enjoy sesuai dengan nasehat Sonya, teman kantornya. Alice sudah mulai bisa beradaptasi dengan keadaannya yang seperti sekarang... Seorang single yang masih memiliki sahabat-sahabat yang baik dan ada saat dia sedih dan senang..
"hai semua!!!" sapa Alice kapada semua teman-temannya di kantor ketika ia datang
"kenapa lagi nih anak ???" tanya rika kepada sonya yang heran melihat Alice
"Lice, ga lagi sakit kan ??? takut nih gw. kalau sakit balik aja deh lo!!!" kata Rika
"ga tau nih gw juga bingung!!! Intinya gw bahagia hari ini.."
"bingung ,lice ?? pegangan dong!!! hahaha" canda sonya
"hahaha,,, lucu banget,nya... pengan ketawa gw.." canda Alice akan tetapi tidak lucu
"kenapa sih ,lo hari ini aneh abis.. lagi seneng ??? cerita dong!!" seru Rika
"iya. Gw sekarang bisa beradaptasi dengan status gw yang sekarang. Seorang single happy." cerita Alice ke teman-temannya
"wah,, berita yang hot banget dong. Bagus deh kalau gitu. Seneng gw liatnya lo bisa seperti dulu lagi ceria gitu." kata Sonya
"ya semoga aja gw semakin bisa beradaptasi dengan keadaan semua ini. Jadi kaya bunglon deh." harap Alice
"pengen banget kaya bunglon." kata teman-temannya.
Berjalan 3 bulan Alice telah lulus dari masa percobaan dikantor yang dia bekerja. Sekarang pun dia duduk dikelas 2 SMA Internasional di Jakarta. Menurutnya ini semua adalah pencapaian yang cukup memuaskan buatnya. Karena sebelum lulus SMA ditelah mendapatkan pengalaman kerja disebuah kantor. Karena Terlalu cintanya Alice kepada kantor, dan teman-temannya dia kembali kerja akantetapi hanya 1 bulan saja.
"lice, kenapa sih lo kerjanya disini cuma 1 bulan lagi ??" tanya Rika
"ya gw juga masih pengen disini tapi, adrenalin gw besar banget. Gw pengen cari pengalaman yang lebih baru lagi dan yang banyak tantangannya.
"ya kalau udah dapat tantangan baru jangan lupa sama kita ya!!" seru Sonya dan Rika
"iya. Tenang aja lah. Kalian ini parno banget sih."
"iya lah parno takutnya nanti lo drop lagi ga ada kita disamping lo." seru Sonya
"haha tenang sajalah. Gw ga mungkin drop lagi. Kan udah ada pengalaman yang kemarin-kemarin. Ya kan ??"
"ya deh. Percaya kok..."
Minggu, 08 November 2009
All About Dream
* Enam *
Hari demi hari dilewati Alice dengan perasaan yang campur aduk didalam hatinya. Alice terkadang bertanya pada dirinya sendiri, apakah dia masih sayang dengan Reza atau itu hanya perasaan sayang terhadap seorang sahabat ??? Rose Ressian, mama Alice kebingungan karena belakangan ini Alice sering sekali menyendiri. Seperti bukan Alice yang dulu.
"lice,, mama bingung banget sama kamu. Sekarang berubah banget. kenapa ,lice ?? cerita sama mama dong." seru Rose Ressian
"ehm, engga kenapa-kenapa kok ,ma. Mungkin aku capek aja lagi banyak kerjaan."
"oh, gitu. ya kamu minta lah weekend kamu libur biar kamu juga ada istirahat. Jangan di forsir juga."
"iya ,ma"
"oh ya mama juga ga mau kalau nilai-nilai pelajaran kamu turun."
"iya."
Alice begitu sangat berubah dan keluarganya tak bisa memaksa Alice untuk menceritakan apa yang Alice rasakan dan yang merubah semua sikap-sikapnya. Tak hanya dirumah atau disekolah mukanya murung seperti itu dikantorpun Alice memasang muka yang sama.
"hai ,lice!! apa kabar ??" tanya reza yang bertemu dengan Alice didepan kantor
"ehm,,"
"asem banget sih jawabnya."
Alice langsung berlalu dan meninggalkan Reza yang masih bingung kenapa Alice menjawab pertanyaannya begitu tak berminat. Reza pun lari mengejar Alice untuk menanyakan apakan Alice marah padanya.
"lice,lice, tunggu!!"
"apa sich ??"
"marah ya sama gw ?? kenapa ,lice ?? salah apa gw ???"
"ga tau ah.."
"lice!!"
"gw mau kerja ,za.. Jangan ganggu gw.."
"tapi, lo jawab dulu kenapa lo seperti ini ??"
"oke nanti istirahat gw akan cerita sama lo."
"oke, aku tunggu dilapangan."
"huh,,"
"Alice!!" panggil bosnya
"iya ,pak."
"sini."
Alice pun manghampiri Manager atau bosnya.
"ada apa ,pak ??"
"kamu bisa kerja ga sih ?? saya bingung sama kamu itu."
"maksudnya ,pak ??"
"ini liat dan periksa. Pusing saya."
"kok banyak yang salah ,pak ??"
:ya itu kerjaan kamu yang kemarin kamu kasih ke saya."
"saya ?? kemarin ??"
"benahi dan harus selesai hari ini juga."
"baik ,pak."
Alice heram kenapa semua kerjaannya dia yang kemarin dan begitu banyak salah semua.
Alice bertanya-tanya dalam hatinya.
"kok bisa ya gw salah semua ??"
"kan kemarin juga persaan sudah bener kok."
"kenapa ,lice ??" tanya Sonya sahabatnya
"ga tau gw juga tadi bos panggil gw trus katanya kerjaan gw salah semua."
"hahaha, gimana sih lo. Lo itu kan Ass.Manager masa salah semua kerjaannya."
"ketawa aja terus. Bahagia kan lo kalau sahabatnya lagi susah."
"iya-iya. terus gimana dong ??"
"ya harus selesai hari ini juga. Padahal tadi gw janji sama Reza buat ngobrol nanti istirahat dan dia nungguin gw di lapangan."
"ya udah bilang aja sama dia jangan hari ini ngobrolnya atau lewat e-mail aja."
"iya sih,, tapi yang dibicarakan ini hal yang penting. Walaupun menurut dia."
"ya sudah lah lo kerja aja daripada lo dipecat kan lo juga masih masa percobaan."
"iya sih."
"gimana sekolah lo ?? baik-baik aja kan ??"
"ya sedikit menurun gw juga ga tau ,son belakangan ini perasaan gw ga jelas banget."
"ya transisi dari yang dimiliki someone menjadi single."
"iya mungkin."
"ya sudah enjoy aja. Lewati hari dengan senyum akan lebih ringan."
to be countinue in seven
Hari demi hari dilewati Alice dengan perasaan yang campur aduk didalam hatinya. Alice terkadang bertanya pada dirinya sendiri, apakah dia masih sayang dengan Reza atau itu hanya perasaan sayang terhadap seorang sahabat ??? Rose Ressian, mama Alice kebingungan karena belakangan ini Alice sering sekali menyendiri. Seperti bukan Alice yang dulu.
"lice,, mama bingung banget sama kamu. Sekarang berubah banget. kenapa ,lice ?? cerita sama mama dong." seru Rose Ressian
"ehm, engga kenapa-kenapa kok ,ma. Mungkin aku capek aja lagi banyak kerjaan."
"oh, gitu. ya kamu minta lah weekend kamu libur biar kamu juga ada istirahat. Jangan di forsir juga."
"iya ,ma"
"oh ya mama juga ga mau kalau nilai-nilai pelajaran kamu turun."
"iya."
Alice begitu sangat berubah dan keluarganya tak bisa memaksa Alice untuk menceritakan apa yang Alice rasakan dan yang merubah semua sikap-sikapnya. Tak hanya dirumah atau disekolah mukanya murung seperti itu dikantorpun Alice memasang muka yang sama.
"hai ,lice!! apa kabar ??" tanya reza yang bertemu dengan Alice didepan kantor
"ehm,,"
"asem banget sih jawabnya."
Alice langsung berlalu dan meninggalkan Reza yang masih bingung kenapa Alice menjawab pertanyaannya begitu tak berminat. Reza pun lari mengejar Alice untuk menanyakan apakan Alice marah padanya.
"lice,lice, tunggu!!"
"apa sich ??"
"marah ya sama gw ?? kenapa ,lice ?? salah apa gw ???"
"ga tau ah.."
"lice!!"
"gw mau kerja ,za.. Jangan ganggu gw.."
"tapi, lo jawab dulu kenapa lo seperti ini ??"
"oke nanti istirahat gw akan cerita sama lo."
"oke, aku tunggu dilapangan."
"huh,,"
"Alice!!" panggil bosnya
"iya ,pak."
"sini."
Alice pun manghampiri Manager atau bosnya.
"ada apa ,pak ??"
"kamu bisa kerja ga sih ?? saya bingung sama kamu itu."
"maksudnya ,pak ??"
"ini liat dan periksa. Pusing saya."
"kok banyak yang salah ,pak ??"
:ya itu kerjaan kamu yang kemarin kamu kasih ke saya."
"saya ?? kemarin ??"
"benahi dan harus selesai hari ini juga."
"baik ,pak."
Alice heram kenapa semua kerjaannya dia yang kemarin dan begitu banyak salah semua.
Alice bertanya-tanya dalam hatinya.
"kok bisa ya gw salah semua ??"
"kan kemarin juga persaan sudah bener kok."
"kenapa ,lice ??" tanya Sonya sahabatnya
"ga tau gw juga tadi bos panggil gw trus katanya kerjaan gw salah semua."
"hahaha, gimana sih lo. Lo itu kan Ass.Manager masa salah semua kerjaannya."
"ketawa aja terus. Bahagia kan lo kalau sahabatnya lagi susah."
"iya-iya. terus gimana dong ??"
"ya harus selesai hari ini juga. Padahal tadi gw janji sama Reza buat ngobrol nanti istirahat dan dia nungguin gw di lapangan."
"ya udah bilang aja sama dia jangan hari ini ngobrolnya atau lewat e-mail aja."
"iya sih,, tapi yang dibicarakan ini hal yang penting. Walaupun menurut dia."
"ya sudah lah lo kerja aja daripada lo dipecat kan lo juga masih masa percobaan."
"iya sih."
"gimana sekolah lo ?? baik-baik aja kan ??"
"ya sedikit menurun gw juga ga tau ,son belakangan ini perasaan gw ga jelas banget."
"ya transisi dari yang dimiliki someone menjadi single."
"iya mungkin."
"ya sudah enjoy aja. Lewati hari dengan senyum akan lebih ringan."
to be countinue in seven
Langganan:
Postingan (Atom)
