Jumat, 30 Januari 2009

Akan tetap Tersenyum Walau sedih

Diposting oleh Esti Pratiwi di 2:10 PM 0 komentar
Aku tau setiap manusia tak akan sempurna. Aku pun begitu, aku tak sempurna. Aku hanya ingin membuat orang lain tak pernah tau apa yang aku rasakan di dalam hati ku yang paling dalam. Maka dari itu aku mencoba untuk selalu tersenyum walaupun aku, dalam hatiku sedih......
Terkadang aku merasa aku hidup hanya sendiri, karena tak ada yang mengerti hatiku.....
Tapi itulah yang menjadi pilihanku. Mungkin dulu aku sering bercerita dengan temanku, teman dekatku. Tapi, aku takut kalau akhirnya mereka pun tak mengerti itu semua.
Biarkan saja semua masalahku, semua bebanku, hanya aku saja yang mengetahuinya. Biarkan hati ini terus, terus, terus, dan terus merasakan luka yang cukup dalam. Aku tau bila aku tersenyum dalam sebuah kesedihan yang ku tanggung senyuman itu akan menjadikan sebuah kemunafikkan. Aku yakin aku bisa melewati semua masalah dan aku akan menyelesaikannya. Dan suatu hari nanti aku pun bisa tersenyum dalam hati pun juga tersenyum.
Walaupun aku sendiri tak tau kapan saat itu tiba. Dalam kesedihan ini dan posisiku seperti ini aku berterima kasih sama Tuhan karena aku saat ini sangat merasakan sebuah kehidupan yang mungkin sesungguhnya. Sebuah kesedihan bercampur dengan sebuah kebahagiaan. Saat aku mendengar lagu-lagu yang menyentuh hatiku rasanya aku ingin sekali menangis. Tapi, aku sudah berjanji dengan diriku dan kepada sebuah buku dairyku aku tak akan menangis hanya karena hal-hal yang sepatutnya tak harus untuk ditangisi.
Dan 1 hal yang ku percaya bila suatu saat nanti akupun menemukan cinta sejatiku, yang selalu menyayangi, mengasihi,setia, segalanya yang ku inginkan.
Biarkan saja saat ini hati ku hancur karena masih teringat oleh cinta-cintaku yang selalu bertepuk sebelah tangan itu. Aku yakin aku akan bangkit dari keterpurukan cinta. Dan aku pun ingin mencari prestasi yang bisa membanggakan kedua orang tuaku.
Aku tak bisa pungkiri ada sebuah lagu yang membuat ku teringat oleh cintaku untuk hendro. Aku tau tak akan pernah mungkin ia menaruh hati untuk ku. Ya karena selisih umur yang memang tidak memungkinkan untuk bersama.
Tapi, menanggap hendro sebagai teman atau seorang kakak memang lebih baik dari pada sebagai seseorang yang spesial. Dia memang baik, ramah, itulah yang membuatku belajar dari sikapnya itu.
Ya aku harus sadar dari mimpi yang tak pernah mungkin menjadi sebuah kenyataan......
Aku akan tersenyum walaupun aku sedih di dalam hatiku yang paling dalam.

Senin, 19 Januari 2009

BRITTLE

Diposting oleh Esti Pratiwi di 3:48 PM 0 komentar
Diblog ini aku ingin cerita tentang kerapuhan aku yang semakin lama semakin Brittle. Mulai dari my love story, aku memutuskan I will to Forget you, HENDRO. Aku ingin meringankan kesakitan hatiku yang selalu hancur berkeping-keping hanya karena cinta. Aku kira aku akan bebas dari kehancuran ini, tapi nytanya aku salah besar. Aku mendapat masalah dari keluargaku yang selalu menganggap diriku tak bisa apa-apa dibandingkan dengan kakakku yang selalu dibangga-banggakan orang. Mereka melihatku dengan sebelah mata. Mungkin aku sebagai manusia biasa pasti sudah sangat membenci orang-orang yang selalu memandang aku sebelah mata, tapi aku mencoba untuk selalu tidak membenci mereka karena aku tau walaupun mereka memamdang ku sebelah mata tapi mereka orang-orang yang aku sayangi. Dan satu hal yang aku tau bahwa aku tak akan bisa melewati cobaan ini tanpa campur tangan Tuhan, aku yakin sekali bila Tuhan tak menuntunku aku mungkin sudah mati putus asa hanya karena mereka yang memandang ku sebelah mata. aku tau cobaan ini sangat berat bagiku ingin rasanya meneteskan air mata untuk cobaan ini karena siapa sih yang akan kuat bila diberi cobaan terus-menerus apalagi dengan umur yang terbilang belum dewasa (13 years old), pastinya aku akan terus menangis karena meratapi segala masalahku, tapi aku sadar bahwa tangis tak akan bisa menyelesaikan masalah itu jadi air mata hanya emosi sesaat dan tak akan ada gunanya. Aku pun cukup bersyukur karena aku diberi beberapa waktu untuk tak mengingat masalah otu semua. Orang tua ku pun juga menganggap aku tak mempu untuk apa-apa. Cukup sangat sedih karena orang tuaku pun melakukannya kepadaku, aku suka bertanya mengapa mereka bisa melakukan semua hal ini kepadaku, apakah mereka tak bisa merasakan bagaimana perasaan ku yang hancur berkeping-keping. Aku ingin bercerita dengan orang ya mungkin setidaknya kesedihanku bisa terangkat sedikit. Tapi, aku harus puas aku harus memendam masalah ini sendiri. Orang tua ku mungkin tak mengetahui perasaanku yang selalu dikucilkan mereka terlalu mengagungkan kakakku.
Kenapa sih orang tua tak pernah mencoba untuk mengerti aku. Mereka tak pernah mencoba merasakan posisinya sepertiku. Saat aku kecewa, terpuruk, mereka bukannya menguatkan aku tapi mereka menyalahkan aku dan rasanya seperti mengutukku.
Aku bosan diperlakukan seperti ini seperti bukan anaknya. Aku suka berpikir apakah mereka akan merindukan ku saat aku pergi untuk selamanya???
Rasanya itu mustahil untuk mereka lakukan, pasti mereka seneng karena aku sudah tak ada lagi dan bagi mereka anak mereka hanya atu meskipun aku masih hidup. Sakit rasanya bila harus merasakan ini semua.

Rabu, 07 Januari 2009

I Will To Forget You

Diposting oleh Esti Pratiwi di 4:03 PM 0 komentar
Kekecewaan ku semakin bertambah,,, kenapa aku bilang seperti itu karena saat aku latihan drama pada tanggal 5 januari 2009 aku melihat kedatangan yosina. Yosina adalah kakak kelas ku di my church dia kelas 3 smp dan aku 2 smp, ya dia mungkin di sukai banyak orang karena dia pintar memainkan basket. Mungkin itu juga salah satu alasan mengapa Hendro suka dengan Yosina. Aku tidak bisa apa-apa seperti Yosina. Dan mungkni satu alasan lagi mungkin karena aku dan Hendro selisih umurnya terpaut 4 tahun yang kalau bisa di bilang cukup jauh. Mereka dekat sekali, sesekali Hendro mendekatkan handphonenya ke telinga Yosina untuk meminta Yosina untuk menebak lagu tersebut. Pastinya posisi mereka akan dekat, dan perihnya lagi aku harus melihat kedekatan mereka dan itu membuat aku cukup cemburu. Tapi, saat itu aku mencoba mencari objek untuk ku lihat, aku tak mau bila Hendro mengetahui bahwa aku cemburu kepadanya biar saja rasa ini aku simpan dalam hati ku ini. Kejadian ini memang bukan yang pertama kali aku rasakan tapi, aku tak bisa mengelak bahwa cukup perih untuk melupakan Hendro agar aku tak mengharapkannya lagi. Ingin sekali aku menangis untuk cintaku yang harus patah sampai disini. Aku tau aku tak memiliki hati yang terbuat dari baja yang tak akan merasakan sakit bila putus cinta atau cintanya tak terbalas. Aku hanyalah manusia biasa yang memiliki kelebihan dan kekurangan dan aku pun masih bisa merasakan betapa sakit hatiku ini bila cinta tak terbalas dan cintaku di sia-siakan.
Apakah memang tak boleh aku memiliki seseorang yang aku sayangi dan aku sukai ?? Memang terlalu cepat untuk menyukai dan menyayangi orang lain saat umur ku masih 13 tahun yang akan beranjak ke 14 tahun. Teman-temanku terkadang memberi pesan padaku dan beberapa pesan itu menuliskan pada akhir pesan seperti ini "kirim ke 10 orang sahabatmu lalu kau akan mendapatkan cinta yang kau inginkan jika tidak kau tidak akan menemukan cinta yang kau inginkan sampai umurmu 29 tahun". Pada awalnya aku mencoba untuk tidak mempercayai pesan yang konyol seperti itu tapi, aku mulai takut apakah hal itu semua benar dan aku tak akan menemukan cinta yang aku inginkan atau orang yang kusuka akan menyatakan cintanya padaku. Rasa takut itu pun masih membayangi kehidupanku. Tapi, aku mencoba untuk tidak mempercayai pesan seperti itu, semua kehidupan kita ada di tangan Tuhan, kita tak bisa menentukannya.
Tapi, begitu sangat menyakitkan saat aku melihat mereka berdua begitu dekat dan akrab. Aku tau aku tak mampu untuk mendapatkannya dan dia pun lebih memilih orang lain yang mungkin memiliki selisih umur yang tidak terpaut jauh dengannya. Andai kau bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Begitu sakit hati ini karena tidak bisa memilikimu. Apa ini memang nasib ku ?? 3 kali aku harus merasakan begitu sakitnya hati ini yang patah, hancur berkeping-keping hanya karena cintaku yang tulus tak terbalas atau bertepuk sebelah tangan. Tapi, aku harus menerima kenyataan ini dan menjalani kehidupanku kembali. Untuk bertemu kembali dengan Hendro seperti aku tak memiliki kekuatan yang cukup, aku takut bila aku harus merasakan hati yang terluka lagi, cinta yang tak terbalas lagi. Hanya air mata yang bisa aku gambarkan saat aku merasakan hati yang hancur berkeping-keping. Aku harus mengumpulkan tenaga untuk bangkit dari keterpurukan ku karena cinta yang selalu membuat aku mengeluarkan air mata yang mungkin tak berarti. Aku ingin sekali saja untuk bisa merasakan cinta yang aku dambakan, aku menyayanginya dan begitu sebaliknya. Ku tau itu sangat mustahil bagiku, itu tak akan pernah terjadi didalam hidupku yang sangat hancur karena cinta. Aku pernah melakukan kesalahan yang sangat besar, aku tak mempercayai orang yang ku sayang, orang yang ada dalam hatiku dan akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ku dengannya. Padahal aku dan dia masih merasakan cinta yang sangat tulus. Hubungan itu rusak hanya karena aku yang terlalu cemburu dan buta karena cinta. Tapi, itu masa lalu aku tak mau mengingat masa laluku yang begitu menyakitkan. Cukup miris nasib ku ini awal tahun sudah dibuka dengan kesedihan yang cukup mendalam. Dari cinta sampai keluarga.
Keluarga yang mungkin tak mengaggap ku ada dan hadir di tengah-tengah mereka. Seorang ibu melupakan mengambil rapor anaknya padahal anaknya sudah mencoba untuk memberikan hasil yang bisa untuk dibanggakan tapi, ibu itu malah lupa untuk mengambil rapor anaknya hanya karena kerjaan yang sangat banyak. Apakah tak terlintas dalam pikirannya tentang anaknya dan mengambil rapornya ??? Apa itu tidak tega walau pada akhirnya rapor itu memang diambil. Suatu perilaku yang membuat aku menangis sesaat, mengapa aku bisa dilupakan oleh mamaku sendiri. Orang yang aku sayangi, aku cintai, aku hormati, dan segalanya aku persembahkan hasil belajarku yang bisa membuatnya bangga padaku walau hanya sedikit. Aku memang tak seperti kakak ku yang selalu mendapatkan hasil yang bagus. Aku tak bisa menjadi seseorang yang begitu sempurna seperti kebanyakan orang yang ada, aku terlalu banyak kekurangannya dari pada kelebihannya. Aku terkadang merasakan putus asa yang sangat hebat dan terlintas dalam pikiranku bila aku mati apakah akan ada orang yang menangisi aku ??? Aku pikir sepertinya taka akan ada 1 orang pun yang menangisi diriku karena aku telah pergi untuk selamanya. Senyuman yang selalu aku tebarkan mungkin hanya untuk menutupi kesedihan-kesedihanku yang mendalam, aku tak mau orang lain mengetahui bahwa aku mengalami kesedihan yang membuat aku selalu menangis. Tapi, aku cukup bersyukur karena Tuhan menuntun aku untuk melewati cobaan-cobaan ini semua. Thank You My God. Kau selalu ada untuk ku dan tak akan pernah melepaskan ku. Aku yakin aku tak akan memberikan cobaan yang tak bisa ku lalui.

Kamis, 01 Januari 2009

Happy New Year 2009

Diposting oleh Esti Pratiwi di 1:58 PM 0 komentar
Banyak orang yang menunggu-nunggu saat detik-detik pergantian Tahun,,,, begitu antusiasnya mereka untuk menghitung mundur untuk masuk di Tahun yang baru,,,, banyak yang sudah melakaukan revolusi atau target-target di tahun 2009, memang sangat beragam harapan-harapan mereka tapi, itu semua wajar,,, aku pun mempunyai harapan yang menurutku tak begitu meluk-muluk,,,, harapku itu adalah aku ingin menjadi lebih dewasa, lebih memokuskan pikiranku ke sebuah dunia pendidikan, dan aku ingin bisa lebih bisa dekat pada Jesus karena di keluarga ku persekutuan kita dengan Tuhan itu sangat penting, memang saudara-saudara dari mama ku sudah banyak yang berganti agama atau beralih pada Tuhan,,, tapi, aku tidak mau mengecewakan orang tua, kakek dan nenek ku terlebih Tuhan Yesus,,,, dia selalu menuntun ku dia saat aku membutuhkannya dia selalu ada untuk ku,,, di saat suka maupun duka dia tetap ada di sampingku selalu tak pernah hilang.
Keluargaku tidak merayakan Tahun baru dengan meriah seperti banyak orang yang melakukannya, mungkin seperti menonton konser, atau bakar ikan maupun ayam,,,, kita hanya berkumpul dan berdoa kepada Tuhan berterima kasih atas penyertaannya keluarga ku diantar sampai akhir tahun dan boleh untuk merasakan pergantian tahun dari 2008 ke 2009,,, begitu bersyukur aku dan keluargaku karena masih di beri kehidupan dan di berikan kesehatan jasmani dan rohani,,, sungguh sangat bersyukur Dia telah memberikan berkatnya yang tak pernah habis.
1 kata yang selalu ku simpan dalam hati,,, "JANGAN PERNAH ENGKAU TAKUT UNTUK MELEWATI KEHIDUPAN INI KARENA TUHAN SELALU MEMEGANG TANGANMU ERAT DAN TAK AKAN PERNAH MELEPASKAN ATAUPUN MENIGGALKAN KITA SENDIRIAN" simpanlah kata-kata tersebut dalam hati kita masing-masing,,,, jangan pernah takut untuk melangkah,,, biarkan dunia hancur tapi jangan pernah dirimu hancur karena keinginan sesaatmu,,, jika kau selalu mngikuti kehendakNYA kau akan beroleh hidup yang kekal,,,,,
didunia ini sudah sangat sedikit orang yang masih ingat dan mencari Tuhan yang sampai Dia marah karena kita selalu berbuat dosa dan selalu menyakiti hatiNYA,,,, pergilah dan kembali pada jalan yang benar dan ikiti kehendakNYA.....
Tuhan tak akan pernah melepaskan mu dan tak kan meninggalkan mu sekalipun. Dia sangat sayang pada kita, jangan buat hatiNYA selalu bersedih karena kita.
Berilah perilaku dan mewartakan firmanNYA, Berilah hati yang bersih dan senyum yang indah.........
HAPPY NEW YEAR 2009,,,, Berubahlah dan menjadi orang yang selalu memuji dan memuliakan namaNYA, kau akan mendapat hidup yang kekal abadi.
 

Esti's Blog Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez