* Sembilan *
Seminggu berikutnya Alice benar-benar merasa sangat gugup, semua campur-campur tak menentu di hatinya. Hari ini akan diadakan audisi menjadi model atau artis yang nantinya akan diorbitkan ke suatu rumah produksi yang terkenal. Alice takut bila dia tidak lulus atau tidak bisa diterima sama sekali.
"huh,,, duh semoga saja aku bisa lulus." katanya dalam hati
"hai ,kak.. Wah sebentar lagi jadi model dong. Jangan lupa sama yang lain!!" kata Sherry
"iyalah, dek.. Gimana sekolah kamu ?? meningkatkan ??" tanya Alice
"ya gitu deh ,kak. Oh ya aku mau cerita nih sama kakak!!!" seru Sherry
"iya, kakak akan dengarin cerita kamu tapi saat ini kakak buru-buru banget." seru Alice
"oke aku tunggu kabar kakak ya. Sukses or not ??" kata Sherry
"ya harus bisa dong." kata Alice
Alice sangat terburu-buru sekali dan dia pun langsung lari dari kamar untuk meluncur ketempat audisi yang akan dimulai sekitar jam 09.00 WIB.
"Lice, kok buru-buru banget ??" tanya mamanya
"iya ,ma!!" seru Alice yang sedang memakai sepatu dengan terburu-buru
"kamu tidak sarapan dulu ?? nanti kamu lapar disana bagaimana ??" seru mama yang takut bila Alice sakit
"tenang saja ,ma... Aku pergi dulu ya!!" seru Alice
"loh ,ma kok tumben Alice perginya pagi-pagi banget ??"tanya papanya
"Dia mau ikut audisi ,pa!! katanya sih gitu. Padahal audisinya jam 9 tapi dia berangkat pagi banget seperti ini" cerita mama
"ya mungkin Alice ingin berjuang banget kali ,ma" seru velove
"ya sudahlah. Ayo semua makan!!" ajak mama untuk semua sarapan
Diperjalanan perasaan Alice benar-benar tak karuan. Semua campur-campur. Bahagia, gugup, sedih, takut, bangga, semua sama dan tak bisa digambarkan olehnya. Rasanya abstrak baginya. Sesampai di tempat audisi memang masih sepi sekali tapi alice disitu mencoba untuk latihan kembali. Dia berlatih diteras tempat audisi itu. Alice membuat orang yang berlalu-lalang heran dan menahan tawa karena melihat gaya Alice yang aneh dan layaknya orang gila.
"mba, kalau terobsesi jadi model jangan sampai gila gitu dong!!"seru salah seorang mahasiswi yang berjalan didepan Alice
"kasian banget cantik-cantik gila." kata orang yang berlalu-lalang
"heh,, gw dibilang gila ?? what wrong with me ?? he,, saya cuma latihan model dan akting karena saya ingin audisi!! kok malah dibilang gila ??" serunya untuk memperkuat bahwa Alice tidak gila
"ih,, kesel banget sih tuh orang-orang. Kalau jalan, ya jalan aja tidak usah peduliin gw!! Kan gw jadi keliatan gila beneran.." serunya dalam hati
Tak lama kemudian Alex kakak pertama Alice tidak sengaja melewati tempat audisi Alice dan Alex melihat Alice yang memancarkan muka yang kesal dan boring banget. Alex pun memilih untuk berhenti dan menghampiri Alice.
"kenapa lo ,dek ??" tanya Alex
"loh, kok tiba-tiba lo kok ada disini ,lex ??"heran Alice dengan kemunculan Alex
"iya tadi kebetulan gw lewat lalu gw liat lo kaya orang gila gini" cerita Alex
"hua... Lo sama saja kaya yang lain."
"oh,,, muka lo dipasang kaya gini itu karena lo dikatain lo orang gila karena lo latihan model and akting didepan teras!!" seru Alex
"hmm..." jawab Alice dengan lesu
"hahaha.." tawa Alex melihat adik kesayangannya dibilang orang gila
"tega banget lo ,kak... Gw dikatain kenapa lo ketawa ???" kesal Alice kepada Alex
"eh,,, siapa yang suruh lo untuk ketempat audisi itu pagi-pagi banget ??" tanya Alex
"hua.. hua" tangis Alice
"lah kok malah nangis sih ?? ya sudah lah gw udah telat. Selamat dikatain adik ku sayang... hehehehe" canda Alex
"ga usah ketawa lo!!" seru Alice
Menunggu sampai jam 9 bukan hal yang menyenangkan bagi Alice. Menurutnya sangat membosankan. Untuk menunggu jam 9, Alice hanya berdiam diri didalam mobil sedannya yang mewah pemberian papanya ketika dia ulang tahun. Alice memutar lagu yang disuka dan bersenandung. Alice mewarisi bakat ibu dari mamanya. Neneknya sangat pandai bernyanyi dan Alice pun memiliki suara yang sangat bagus dan tak mungkin jika Alice tidak bisa menjadi seorang penyanyi.
"duh,,, lama banget jam 9 sih.."
Alice tak sadar lama-lama dia tertidur sekitar 1 jam lebih. Untungnya dia bangun sekitar jam 9 lewat 15 menit dan dia masih bisa mengikuti audisi. Alice pun masuk kedalam gedung yang sudah ramai oleh orang-orang yang ingin mengikuti audisi.
"duh bodoh banget gw. Kok bisa sih ketiduran gini." serunya dalam hati
"tadi pagi dikatain orang gila, terus tiba-tiba ketiduran lagi." Alice mengutuki dirinya sendiri yang dia rasa hari itu dia benar-benar sial
"gila bener,,, antriannya segini panjang. Duh gatot deh gw dateng pagi-pagi. Tahu-tahunya gw ketiduran dan gini hasilnya"
Alice benar-benar menampilkan semaksimal mungkin seperti modelingnya atau aktingnya.
Alice merasa dia telah memberikan yang terbaik. Jika memang masih belum diterima fine. Mungkin bukan jalurnya untuk menjadi model atau artis.
"bagaimana ,kak audisinya ??" tanya Sherry
"iya gimana audisinya ??"tanya Alex, Velove, dan mamanya.
"yeah,,, awalnya jelek banget. Aku harus ketiduran dimobil dan antrian audisinya yang sudah panjang banget. Fiuh.." cerita Alice
'sepertinya ada yang kurang deh ,lice" seru Alex
"apa ?? apa yang kurang ??" tanya Alice dengan heran
"kamu juga dikatain orang gila. Karena kamu latihan model dan akting didepan teras gedung audisi itu. hahaha. Itu hal yang konyol banget yang pernah dilakuin oleh anak dari pengacara ternama." seru Alex
"hahaha" spontan semua anggota keluarga tertawa mendengar cerita Alex akan adiknya
"Lucu banget sih ,lice. Papa ga bisa bayangin banget kamu lakuin itu." seru papanya yang tertawa terbahak-bahak
Minggu, 29 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar