Jumat, 17 April 2009

Story Of love (part 2)

Diposting oleh Esti Pratiwi di 9:45 PM
Sama dengan orang lain pada biasanya, jika dia sering bertemu rasa suka atau sayang kepada seseorang pasti akan selalu bertambah. Begitu juga dengan perasaan tiwi terhadap seniornya yang sama sekali tidak tau bahwa sang juniornya menyukainya. Ternyata tak hanya tiwi yang mengagumi sang seniornya ini ada temannya satu kelas dan dia pun mengikuti PMR juga, Teman tiwi ini bernama Veronika. Vero, juga mengagumi aw sang senior mereka berdua di PMR. Tapi, mungkin perbedaannya, vero lebih dulu menyukai aw dibanding tiwi. Awalnya tiwi kira itu hanya gosip kalau vero ini menyukai aw, sama dengannya. Tapi, setelah tiwi bertanya pada sahabat vero, ternyata itu bukan gosip. Seperti kebanyakan orang yang sedang patah hati, pastinya tiwi sedih walaupun aw ini bukan pacarnya. Saatr tiwi mengetahui bahwa vero suka juga dengan aw dia merasa sangat kaget dan mulai pesimis untuk mendapatkan cintanya aw ini. Hari ke hari, tiwi lalui dengan perasaan yang makin hari makin aneh baginya. Dia tak bisa memendam perasaan sukanya terhadap seniornya, aw. Teman dekatnya sudah tau, tapi, mereka kan tak juga harus memikirkan perasaan tiwi. Tiwi memutuskan untuk curhat kepada seniornya di PMR, namanya Kak Ester. Tiwi pikir dia senior yang baik, memang benar-benar baik saat itu. Dia bercerita tentang kesukaannya pada Aw. Setelah menceritakan kepada kak ester ini, perasaannya sedikit ringan. Karena dia tak memendam perasaannya itu sendirian. Hari berganti hati, Bulan berganti bulan, begitu lamanya tiwi memendam perasaannya itu. Sang pujaan hati tak pernah tau isi perasaan dari sang pemuja. Tiwi begitu takut dan terlalu pesimis untuk menyatakan perasaannya ke pada seniornya itu. Dan kata-kata dari teman dan orang tuanya selalu terngiang-ngiang di telinganya bahwa: "Perempuan harus malu jika menyatakan perasaannya pada cowok". Dan secara logika memang Saya ribadi sangat malu jika saya harus menyatakan perasaan saya kepada pejuaan hati saya. Dan tiwi mengambil keputusan untuk tidak mengatakan perasaannya itu kepada seniornya itu, dia takut jika pertemanan yang aggak jauh itu akan semakin jauh bila dia mengatakan menyukai aw. Tiwi merasa tersiksa dengan perasaan itu, dan dia makin lama makin tersiksa dengan keadaannya itu. Kenapa?? Karena saat dia tak tau apa aw ini menyukai dia juga atau tidak dia merasa suka pada orang lain. Tapi, ini yang membuat dia semakin tersiksa. Karena cowok yang dia suka itu tidak sepantaran dengan dia tapi, dia kurang lebih selisih umurnya dengan tiwi ini sekitar 4 tahun. Dan pendapat teman-temannya itu tidak akan mungkin. Tapi, awalnya tiwi ini begitu optimis bisa mendapatkan hati si cowok ini yang selisih umurnya jauh dengan tiwi. Cowok ini memberikan sinyal dekat dengan tiwi tapi, tiwi tak tau apakah itu sinyal cowok itu suka atau memang hanya menganggap tiwi hanya teman atau bahkan adiknya sendiri. Ada beberapa kejadian yang membuat tiwi begitu bahagia dan semakin optimis bahwa cowok ini akan suka juga dengan tiwi. Tapi, perkiraan tiw salah besar. Mungkin cowok ini mendekati tiw hanya utnuk pelampiasan mungkin.

0 komentar:

 

Esti's Blog Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez