Diblog ini saya ingin cerita tentang sepak bola Indonesia.
Seperti yang diketahui sama orang banyak, bahwa sepak bola sangat menjunjung tinggi nilai sebuah Fair Play. Kemarin tepatnya Minggu, 26 april 2009, saya menonton sebuah pertandingan sepak bola Indonesia, antara Arema Malang vs Persija Jakarta. Ya pada menit awal permaianan kedua tim sangat bagus, menyuguhkan permaianan yang seru sekali tapi, pada menit berikutnya banyak sekali kecurangan yang dilakukan oleh Arema Malang, dan tak hanya itu asit pun seakan-akan berpihak pada Arema Malang, mungkin kerena Arema bertindak sebagai tuan rumah dan begitu banyak para suporter Arema yaitu Aremania yang semua orang tau mereka rusuh, main hakim sendiri. Tak jarang rusuh dari suporter berimbas pada pertandingan dan akhirnya terjadi Baku hantam oleh para pemain. Sungguh di sesali melihat sepak bola Indonsia yang tercoreng moreng dari sebuah rusuh yang sebenarnya bisa diredam.
Bek Perisja Piere Njangka bermaksud untuk mengambil bila dengan kakinya tapi, menurut wasit itu pelanggaran. Dan Piere Njangka harus diusir keluar oleh wasit (kartu merah). Ya, mau tidak mau Preisja harus melanjutkan permaianan dengan 10 orang pemain. Semakin lama pertandingan yang disungguhkan tak enak untuk di tonton seperti kejadian kekerasan dalam rumah tangga. Permainan yang apik menjadi kasar. Akhir babak pertama Perisaja menang 0-1 dari Arema dengan gol bunuh diri dari pemain Arema.
Babak kedua pun mulai, sungguh sangat tak pantas untuk ditonton. Ponaryo Astaman terjatuh dan harus dibawa keluar lapangan. Dan wasit menyuruh kepada kapten Arema Alex pulalo menendang bola Fair Play tapi oleh pemain asing Arema malah dibuat gol. Para pemain dan pelatih Persija cukap marah dengantindakan yang seharusnya tak boleh dilakukan. Bayangkan, pemain asing yang merumput di Indonesia membuat sepak bola Indonesia seakin tercoreng moreng saja akibat perilakunya. Saya bertanya-tanya dimanakah arti sebuah Fair Play??? Mengapa pemaian asing tak bisa menjadi pemain yang baik di negeri orang???
Apakah seburuk itu Sepak bola Indonesia dia mata orang luar negeri atau eropa????
Sungguh tak bisa terlupakan. Ya, jika saya menjadi ketua PSSI (Persatuan Sepak bola Se-Indonesia), saya akan menyuruh dia meninggalkan Indonesia. Dia harus menaati semuah peraturan-peratuan yang ada dinegeri ini, walaupun ini bukan negeri aslanya. Tapi, dia kan bekerja di Indonesia buatlah Sepak bola Indonesia menjadi baik mata orang-orang, dan ada nilai plunya di mancan negara. Kapten Persija, Bambang Pamungkas yang iasanya tak jarang marah seakan-akan begitu marah sekali atas perbuatan pemain asing Arema. Pada akhirnya skor akhirnya memang 2-2. Tapi, sungguh disayangkan mengapa harus terjadi??? Ya saya sangat berharap kejadian semalam tak akan terulang lagi pada pertandingan berikutnya.....
Go Footballl Indonesia!!!!!
Go Persija Jakarta!!!!

0 komentar:
Posting Komentar