Tiwi, anak dari keluarga sederhana, kedua orang tuanya adalah turunan jawa tengah. Dia mempunyai seorang kakak laki-laki yang duduk di bangku kelas 3 sma. Tiwi ini anak 2 dari 2 bersaudara. Dia anak perempuan yang duduk dikelas 2 smp disebuah sekolah swasta di jakarta. Menurut teman-temannya, dia sedikit tomboi. Dan temanlaki-lakinya terkadang kagert saat dia mengetahui jadwal atau skor akhir pertandingan bola. Dari dalam negeri ataupun luar negeri, tapi, mungkin yang dia tau hanya sebatas klub yang dia sukai. Mamanya, terkadang tidak suka bila tiwi ini menonton bola apalagi, jika siaran bolanya malam-malam. Tapi, kegemaran pada sepak bola sebenarnya masih sebatas wajar, tapi, menurut orang-orang disekitarnya, seorang cewek yang menyukai bola tidak wajar. bola itu permainan cowok dan kalau boleh dibilang bola itu permainan yang keras dan terkadang tidak menjunjung tinggi nilai sebuah "fair play". Tapi, bagi tiwi itu semua bukanlah halangan buatnya untuk mencintai dunia bola.
Suatu hari, tiwi berangan-angan bisa menjadi pelatih bola perempuan pertama kali didunia dengan kualitas yang baik. Makanya saat itu ia berangan ingin masuk sebuah sekolah olahraga di bilangan Ragunan, Jakarta Selatan setelah ia menyelesaikan sekolah Menengah Pertamanya (SMP). Dan ia berbicara kepada sang mama, tapi, jawaban yang didapat tidak menyenangkan hati tiwi, malah membuat tiwi menjadi tak punya harapan untuk bisa lebih mencintai bola.
Awalnya tiwi juga mengerti kenapa tidak diperbolehkan oleh sang mama, karena dia perempuan. Tapi, yang selalu dipertanyakannya "memang anak cewek tidak boleh mencinta olahraga anak cowok?? dan bukannya ada sepak bola yang dimainkan oleh perempuan dan itu seperti liga dunia!!!".
Tiwi ini mengidolakan pamin Indonesia dan luar negeri. Dari dalam negeri dia suka klub Persija Jakarta, pemain yang dia sukai antara lain Bambang Pamungkas. Tak hanya Persija Jakarta tapi, Sriwijaya FC palembang, pemain yang di sukai kipernya yaitu, Ferry Rotinsulu.
Dari luar negeri hanya ada 1 nama yang ia suka. Berawal dari suka negaranya yaitu Jerman (Germany) dan dia mulai mengidolakan pemain Bayern Munchen ini dari piala eropa 2008 lalu dan Germany menjadi Runner up dan juaranya Spayol. Nma idolanya adalah Bastian Schweinsteiger. Mungkin karena bastian ini bisa membuat hati cewek-cewek pun luluh saat melihat wajah gantengnya. Dan yang paling kerennya permainannya dia klub atau timNasnya juga keren dan penuh dengan tanggung jawab. Karena begitu mengidolakan Bastian, tiwi berkhayal menjadi pacar dari seorang pamain bola yang begitu terkenal dinegaranya. Football membuat semua orang apalagi cewek menjadi tergila-gila pada aktor lapangan hijau.
Suatu ketika, orang tua tiwi ini mengajak tiwi dan kakaknya untuk pergi kesuatu tempat. Tiwi pun bertanya pada mamanya, "ma, emangnya mau kemana?".
mamanya pun menjawab, "mau ke ragunan ke temu sama adiknya bude yanti yang di sragen". Bude yanti ini adalah kakak sepupu mamanya. Dan tiwi sekeluarga ingin ketemu dengan adik dari kakak sepupu mamanya tiwi yang sedang berada di jakarta dalam rangka jalan-jalan dari sebuah koperasi di kampung adik dari kakak sepupu mamanya itu. Awalnya tiwi malas ikut karena sebelum ke ragunannya, mereka harus mendaftarkan tiwi dan kakaknya untuk les bahasa inggris di bilangan depok. Tapi, tiwi tak bisa apa-apa, akhirnya tiwi ikut dan dia pun juga telah didaftarkan mengikuti les bahasa inggris. Tanpa disangka-sangka ternyata tiwi ketempat markasnya Persija. Dan tiwi pun merasa sangat senang karena peluang untuk bertemu pemain Persija mungkin saja terwujud. Dan sesui dengan harapannya, tiwi bertemu dengan salah seorang pemain Persija di Gelanggang Olahraga Ragunan,Jakarta Selatan. Tiwi bertemu dengan M.Ilham, M.Ilham ini adalah gelandang dari Persija Jakarta. Yang sangat disesali dari tiwi, dia tidak meminta foto bersama dengan M.Ilham. Tapi, baginya melihat pemain dari klub yang dia idolakan saja sudah cukup senang sekali. Karena selama ia menyukai bola dia tidak pernah diperbolehkan untk menonton secara live di stadion untukn menonton klub kesukaannya itu.
Dia pernah Bermimpi pada ulang tahunnya, tiwi mendapatkan kado yang begitu spesial dari sahabat-sahabatnya. Kado itu adalah, dia dibawa ke sebuah tempat dengan ditutup matanya dan tiwi dibawa ke sebuah stadion yang terkenal di Indonesia yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno dan dia situ dia bertemu dengan pemain idolanya, Bambang Pamungkas dan Ferry Rotinsulu.
Bagi tiwi, menjadi teman chatting bp sapaan akrab bambang pamungkas sudah sedikit menyenangkan walaupun setiap bp online pasti sudah banyak yang menunggu kedatangannya. Dan saat dia online sudah banyak pertanyaan yang menghampirinya dan tak ada yang boleh private messange dengan bp. Jadi, terasa kurang puas. Tapi, dia masih mencintai sepak bola dan ada keinginnan untuk melangsungkan reuni bersama teman-teman sdnya untuk bermain futsal.
Baginya Llove you ,football, Forever.........

0 komentar:
Posting Komentar